Tentang Kelurahan


Bojong Pondok Terong adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Cipayung, Kota Depok. Disini terdapat Stasiun Citayam dan Pasar Citayam. Kelurahan Bojong Pondok Terong merupakan salah satu kelurahan yang berada pada wilayah Kecamatan Cipayung Kota Depok dengan luas wilayah + 186.328 Ha, dengan batas wilayah                                                                                                    

Sebelah Utara Kelurahan Ratu Jaya, Kec. Cipayung Kota Depok
Sebelah Timur Kelurahan Pondok Jaya, Kec. Cipayung Kota Depok
Sebelah Selatan Desa Pabuaran, Kec. Bojonggede Kab. Bogor
Sebelah Barat Kelurahan Cipayung Jaya, Kec. Cipayung Kota Depok

 Video Profil Kelurahan Bojong Pondok Terong


 
</div

 

Pemanfaatan dan pengunaan lahan di Kelurahan Bojong Pondok Terong, adalah sebagai berikut 

Perumahan/Pemukiman

:

111.500 Ha

Perusahaan

:

0 Ha

Pertanian

:

2 Ha

Sarana Ibadah

:

6 Ha

Sarana Umum/Jalan

:

10 Ha

Sarana Olahraga

:

1,2 Ha

Lainnya

:

55, 328 Ha

 

Jumlah penduduk di Kelurahan Bojong Pondok Terong tercatat 29.767 jiwa. Terdiri dari: 

Laki-Laki

:

15. 858 Ha

Perempuan

:

13. 909 Ha

Jumlah KK

:

7.240 Ha

 

Sarana dan Prasarana Pemerintahan

# Sarana Jumlah
1 Balai Kelurahan 1 Unit
2 Balai Pertemuan 1 Unit
3 Poskamling 20 Unit

 

Sarana dan Prasarana Pendidikan

# Indikator 2017 2018
1 Tamat SLTP 3.680 3.753
2 Buta Huruf 200 120
3 Wajib Belajar 9 Tahun 3.680 3.753
4 Angka Putus Sekolah 10 5
5 Sarana Pendidikan 9 12

 

Sarana dan Prasarana Perhubungan

# Sarana Km
1 Jalan Beton 17 Km
2 Jalan Hotmix 3,5 Km
3 Jalan Aspal 4,6 Km
4 Jalan Perkerasan 0,8 Km
5 Jalan Lingkungan 16 Km

 Video kerjasama kelurahan Bojong Pondok Terong dengan Etihad Airways


 

1. Indikator Pendidikan Masyarakat                                                 

# Indikator 2017 2018
1 Tamat SLTP 3.680 3.753
2 Buta Huruf 200 120
3 Wajib Belajar 9 Tahun 3.680 3.753
4 Angka Putus Sekolah 10 5
5 Sarana Pendidikan 9 12

 

 2. Indikator Kesehatan Masyarakat                         

# Indikator 2017 2018
1 Kematian Bayi 0 Jiwa 1 Jiwa
2 Kematian Balita 0 Jiwa 1 Jiwa
3 Gizi Balita 2.121 Jiwa 2.791 Jiwa
4 Polio-3 716 794
5 DPT-1 756 799
6 BCG 751 794
7 Angka Harapan Hidup 74.04 % 76.02 %
8 Pemilik Jamban 21.448 Jiwa 40.465 Jiwa


3. Indikator Ekonomi Masyarakat                                                                                                                   

# Indikator 2017 2018
1 Pengangguran 200 Jiwa 130 Jiwa
2 Lembaga Ekonomi 11 Unit 22 Unit


4. Indikator Partisipasi Masyarakat                                                                                                                                  

# Indikator 2017 2018
1 Musrenbang 64 70
2 Gotong Royong 30 39

 

5. Indikator Pemerintah Kelurahan

# Indikator 2017 2018
1 Sarana dan Prasarana 6 Jenis 9 Jenis
2 Administrasi Kelurahan 23 Jenis 25 Jenis
3 Keuangan Kelurahan Rp. 36.000.000 Rp. 72.000.000

 

6. Indikator Lembaga Kemasyrakatan

# Indikator 2017 2018
1 Organisasi Perempuan 1 Aktif 4 Aktif
2 Organisasi Pemuda 1 Aktif 2 Aktif
3 Organisasi Profesi 2 3
4 LPM 1 Aktif 1 Aktif
5 Gotong Royong 19 21
6 Karang Taruna 1 1

 

7. Indikator Keadaan dan Keamanan Ketertiban

"Tidak ada kasus yang signifikan pada tahun 2017-2018"

Tahun 2017: 42 Kasus

Tahun 2018: 48 Kasus

 

8. Indikator Kesejahteraan / PKK                                                                       

# Indikator 2017 2018
1 Realisasi Program Pokok PKK 10 10
2 Kelengkapan Organisasi 18 19

Struktur Organisasi


  • Lurah

    Suryana Yusup, M.Si

    Lurah
  • Ratna Kurniyawati, S.Pd

    Rohamah, S.Ap

    Piddin Yusuf

    Bachtiar

    Kelompok Jabatan Fungsional

  • Sekretaris

    Tri Budianto, S.Ip

    Sekretaris

  • Seksi Pemerintahan

    Ine Yuliawati,S.E

    Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban

  • Seksi Pembangunan dan Ekonomi

    Puspa Mega Hayati, S.T

    Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan

  • Seksi Kemasyarakatan

    Mulyati,S.E,MM

    Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Umum

VISI

 Visi Kelurahan Bojong Pondok Terong

1.      Unggul, yaitu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam memberikan pelayanan publik, pengembangan ekonomi yang kokoh dan berkeadilan berbasis industri kreatif dan pengembangan sumber daya manusia yang bertumpu pada ketahanan keluarga dan keberdayaan pemuda Depok

2.      Nyaman, yaitu terciptanya suatu kondisi ruang kota yang bersih, sehat. asri, harmonis berwawasan lingkungan dan ramah bagi kehidupan masyarakat.

3.      Religus, yaitu terjaminnya hak-hak masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama bagi masing masing pemeluknya, yang terjermin dlm peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kemuliaan dalam akhlak, moral dan etika serta berwawasan kenegaraan dan kebangsaan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Motto Kecamatan Cipayung :

1.      Disiplin

2.      Ramah

3.      Ikhlas

MISI

 Misi dari kelurahan Bojong Pondok Terong adalah sebagai berikut:

1.    Meningkatkan mutu pelayanan dengan mengembangkan iklim melayani

2.    Mengupayakan terbangunnya hubungan yang makin sinergis antara pemerintah Kecamatan Cipayung dengan masyarakat delam kegiatan pembangunan di kecamatan Cipayung

3.    Mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat (quality of life)

Visi Misi Kota Depok

  • Visi

    "Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius"

  • Misi

    1. Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik yang Profesional dan Transparan.
    2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Religius, Kreatif dan Berdaya Saing.
    3. Mengembangkan Ekonomi yang Mandiri, Kokoh dan Berkeadilan berbasis Ekonomi Kreatif.
    4. Membangun Infrastruktur dan Ruang Publik yang Merata, Berwawasan Lingkungan dan Ramah Keluarga.
    5. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam melaksanakan Nilai-nilai Agama dan menjaga Kerukunan antar Umat Beragama serta meningkatkan Kesadaran Hidup Berbangsa dan Bernegara.

Sejarah Berdiri Kelurahan

Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok Sudah Dikenal Sejak ‘Tempo Doeloe'

Foto  1. Peta Depok Tahun 1900

Kelurahan Bojong Pondok Terong yang lebih dikenal sebagai Kelurahan Pondok Terong adalah sebuah kelurahan di Kota Depok. Kelurahan yang berada di depok selatan ini sebelumnya adalah sebuah desa yang masuk Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor (bersama desa Ratu Jaya, Pondok Jaya, Cipayung dan Cipayung Jaya) dan bergabung dengan Kota Depok yang menjadi bagian dari Kecamatan Pancoran Mas pada tahun 1999. Pada tahun 2007 Kecamatan Pancoran Mas dimekarkan dengan nama Kecamatan Cipayung. Kecamatan baru ini justru hanya terdiri dari lima desa yang sama-sama melakukan 'integrasi' dari Kabupaten Bogor ke Kota Depok. Pada awalnya Desa Bojong Pondok Terong adalah gabungan dari beberapa kampung. Nama desa ini diambil dari dua nama kampung (kombinasi) yakni Kampung Bojong dan Kampung Pondok Terong. Kampung Bojong berada di sebelah utara desa (sekitar SPBU), sedangkan Kampung Pondok Terong di sebelah selatan desa (sekitar perumahan Permata).

Keutamaan dua kampung ini karena di Kampung Bojong terdapat situs purbakala yang menjadi cikal bakal masjid Al-Ittihad sekarang dan di Kampung Pondok Terong ditemukan makam seorang ulama pemberani yang berani menentang Belanda bernama Raden Sungging (yang berasal dari Mataram). Masjid dan ulama di Pondok Terong ini kini menjadi bagian sejarah yang penting tentang penyebaran agama Islam di Kota Depok pada tempo doeloe.

Foto 2. Kompleks makam Raden Sungging

 

Di masa selanjutnya (masih era Bojong Gede), Desa Bojong Pondok Terong ini dimekarkan yang mana desa induk tetap dengan nama Desa Bojong Pondok Terong dan desa pemekaran dengan nama Desa Pondok Jaya. Anehnya, Desa Pondok Jaya ini di masa lalu merupakan wilayah Kampung Pondok Terong sebelum digabungkan menjadi Desa Bojong Pondok Terong.

Foto 3. Peta Depok tahun 1840

Ini berarti bahwa Kampung Pondok Terong sudah sejak tempo doeloe dikenal. Dalam peta yang diterbitkan pada tahun 1840 nama Kampung Pondok Terong sudah tercantum sebagaimana juga kampung-kampung berikut ini: Tjitajam, Ratoe Djaja, Depok, Pondok Tjina serta Mampang dan Sawangan. Popularitas Kampung Pondok Terong meningkat juga bisa dihubungkan dengan beberapa eskpedisi yang pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya di dalam laporan ekspedisi Abraham van Riebeeck (pernah jadi Gubernur Jenderal) ke Pakuan ibukota Pajajaran pada tahun 1703. Rute yang dimulai dari Benteng (Batavia) melalui nama-nama kampung berikut: Cililitan - Tanjung - Serengseng - Pondokcina - Depok – Pondok Terong - Bojongmanggis - Kedunghalang - Parungangsana.

Namun dalam perkembangannya, nama Kampung Pondok Terong sedikit redup ketika di era pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels. Pada era Daendels ini banyak tanah di Pulau Jawa dijual kepada swasta sebagai tanah partikelir (pemilikan pribadi). Oleh karenanya di berbagai tempat bermunculan tuan-tuan tanah. Di daerah Depok terdapat beberapa tanah partikelir (landhuis). Selain lahan Cornelis Chastelein di Depok, juga terdapat di Pondok Cina, Mampang, Cinere, Cimanggis, Tapos dan Citayam.

Foto 4. Peta Paroeng tahun 1840

Menurut Peta 1901, area (landhuis) Citayam merupakan wilayah yang termasuk Residentie (Provinsi) Batavia (Jakarta), Afdeeling (Kabupaten) Buitenzorg (Bogor), District (Kewedanaan) Paroeng. Area Citayam yang berada di selatan Depok tersebut meliputi kampung-kampung Bojong, Pondok Terong, Rawa Geni, Ratu Jaya, Pabuaran dan Tjitajam sendiri.

Foto 5.  Stasiun Citayam

Dengan adanya pemilikan tanah dan perkebunan ini nama Citayam menjadi sangat menonjol jika dibandingkan dengan Pondok Terong. Popularitas Citayam semakin menguat seiring dengan pembangunan halte/stasiun kereta api dengan nama Tjitajam/Citayam.

Foto 6. Setu Citayam penuh dengan teratai tahun 1930

Area Citayam ini semakin dikenal luas karena seorang ahli botani terkenal Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis pernah dua kali mengunjungi area Citayam ini (1929 dan 1932). Ahli botani ini pernah mendokumentasikan keberadaan setu Citayam yang pada masa itu kondisi setu masih dipenuhi oleh hamparan bunga teratai. Apakah setu ini di masa selanjutnya yang menyebabkan area Citayam menjadi salah satu area kebun percobaan Departemen Pertanian pada masa ini. Lokasi kebun percobaan ini berada di sisi timur setu Citayam (sedangkan sisi barat adalah lokasi Rumah/landhuis Citayam). Pada tahun 2008 di areal kebun percobaan Citayam ini didirikan Balai Pengujian Mutu Alsintan Kementerian Pertanian yang dulunya beralamat di Pasar Minggu.

 

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber berikut:

-Skripsi Rian Timadar, 2008  (Foto-1 dan Foto-2)
-commons.wikimedia.org (Foto-5)
-nla.gov.au (Peta-3 dan Peta-4)
-kitlv.nl (Peta-1, Foto-3)

sumber:  http://poestahadepok.blogspot.com/2013/08/kelurahan-pondok-terong-kecamatan.html


Program Unggulan Kelurahan



1. DSK (Dana Sosial Kelurahan) adalah dana dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan dari ketua RT dan RW yaitu dana alternatif masyarakat yang tidak tercover BPJS atau RLTH yang belum ditangani APBD atau APBD provinsi. Dana sosial ini mengatasi masalah Kebencanaan, Kerawanan Sosial, Rawan Pendidikan dan Masalah Kesehatan.

 

2. Rumah Kita, adalah kerjasama MOU dengan BEM Universitas Indonesia yang bertujuan membantu pendidikan anak-anak di kawasan kumuh.

 

3. Saung Cerdas, adalah kerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia dengan memberikan bantuan pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat, khususnya pelajar dengan memberikan pendidikan life skill.

 

4. POKDARWIS dan Pemberdayaan Setu, program memanfaatkan sumber daya alam setu Citayam menjadi destinasi wisata. Pengerukan lumpur, membuat kelompok tani ibu, membuat program pemberdayaan YUMINA (Sayur Ikan) dan BUMINA (Buah Ikan)

 

5. RW ramah anak diberlakukan di setiap lingkungan RW se kelurahan Bojong Pondok Terong

 

6. OVOP (One Village One Product) adalah program untuk menggali potensi ekonomi susuai dengan kearifan lokal, sebagai contoh RW 10 Bojong Pondok Terong dikenal sebagai Kampung Labu.



Lembaga Kelurahan

PKK

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.

10 Program Pokok PKK

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Karang Taruna

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.

LPM

“Pengertian Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat ( LPM ) adalah lembaga, organisasi atau wadah yang di bentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam

BKM

Peran BKM adalah mewadahi aspirasi masyarakat dengan cara melibatkan masyarakat agar pro aktif dalam proses pengambilan keputusan dalam program pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan di wilayahnya dan memperjuangkan di penuhinya kebutuhan dasar, sosial, ekonomi dan sarana prasarana dasar lingkungan bagi masyarakat miskin.

RT/RW

 

RW 001   RW 008
Ketua RW 001   Edi Gunawan   Ketua RW 008   H. Hajronih
Ketua RT 001 / 001 Hasbulloh   Ketua RT 001 / 008 M. Amit
Ketua RT 002 / 001 M. Tamrin   Ketua RT 002 / 008 Husni
Ketua RT 003 / 001 Edi Gunawan   Ketua RT 003 / 008 E. Jamhari
Ketua RT 004 / 001 Endang Setiawan   Ketua RT 004 / 008 Jeje
Ketua RT 005 / 001 Cecep   Ketua RT 005 / 008 Sumaryono
Ketua RT 006 / 001 Junaswi Usu   Ketua RT 006 / 008 Supriyadi
Ketua RT 007 / 001 H Abdillah   Ketua RT 007 / 008 Muhammad Komarudin
Ketua RT 008 / 001 Suyanto   Ketua RT 008 / 008 Didi Junedi
Ketua RT 009 / 001 Jajuli   Ketua RT 009 / 008 Suharta
RW 002   Ketua RT 010 / 008 Dahrul Fajar
Ketua RW 002   Nurman   RW 009
Ketua RT 001 / 002 Mustofa Taufik   Ketua RW 009   Ubaydillah
Ketua RT 002 / 002 Samidjo   Ketua RT 001 / 009 Hadi Krisdiyanto
Ketua RT 003 / 002 E. Kusnara   Ketua RT 002 / 009 Eggi Setiawan
Ketua RT 004 / 002 Romli. R   Ketua RT 003 / 009 Erwin Priatna
Ketua RT 005 / 002 M. Nuryadi   Ketua RT 004 / 009 Adi Sujarwo
RW 0003   Ketua RT 005 / 009 Sudayat
Ketua RW 003   Lukman Hakim   Ketua RT 006 / 009 Faturahman
Ketua RT 001 / 003 Mad Hasan   Ketua RT 007 / 009 Edi Supriatna
Ketua RT 002 / 003 Sobari   RW 010
Ketua RT 003 / 003 Sungkowo   Ketua RW 010   Sarmilih
Ketua RT 004 / 003 Muslim   Ketua RT 001 / 010 Mulyadi
Ketua RT 005 / 003 Agus   Ketua RT 002 / 010 Zaronih
Ketua RT 006 / 003 Muslim   Ketua RT 003 / 010 Herry Tapu
Ketua RT 007 / 003 Saaman   Ketua RT 004 / 010 Harifin
RW 004   Ketua RT 005 / 010 Mardanih
Ketua RW 004   Abdul Rokib   Ketua RT 006 / 010 Ibrahim
Ketua RT 001 / 004 Abdul Qorie   Ketua RT 007 / 010 Supriatna
Ketua RT 002 / 004 Maroji   RW 011
Ketua RT 003 / 004 Irwan Setiawan   Ketua RW 011   Arsadi
Ketua RT 004 / 004 Supardan   Ketua RT 001 / 011 Suhadi
Ketua RT 005 / 004 Hadun   Ketua RT 002 / 011 Nurahman
RW 005   RW 012
Ketua RW 005   Supadih   Ketua RW 012   Wagiman
Ketua RT 001 / 005 Hasan   Ketua RT 001 / 012 Siyamto
Ketua RT 002 / 005 Syaripudin   Ketua RT 002 / 012 Jajat
Ketua RT 003 / 005 Udy Darmadi   Ketua RT 003 / 012 Abadi
Ketua RT 004 / 005 Sumarno   Ketua RT 004 / 012 Gazali
Ketua RT 005 / 005 Imran AR   RW 013
Ketua RT 006 / 005 Zamroni   Ketua RW 013   Maulana
Ketua RT 007 / 005 Komarudin   Ketua RT 001 / 013 Jaelani
Ketua RT 008 / 005 Mama Fauzi   Ketua RT 002 / 013 Syahrudin
Ketua RT 009 / 005 Ma'mun   Ketua RT 003 / 013 Teddy Amsir
Ketua RT 010 / 005 Husin   Ketua RT 004 / 013 Sa'imih
RW 006        
Ketua RW 006   Saipullah        
Ketua RT 001 / 006 Domir Arifin        
Ketua RT 002 / 006 Ace Subarna        
Ketua RT 003 / 006 Sukarno        
Ketua RT 004 / 006 Hamim        
Ketua RT 005 / 006 Namin        
Ketua RT 006 / 006 Syahlani        
Ketua RT 007 / 006 Edy Supriatna        
Ketua RT 008 / 006 Achmad Fauzi        
Ketua RT 009 / 006 Dasuki        
Ketua RT 010 / 006 Jumhari        
Ketua RT 011 / 006 Drs. Madkar Abbas        
Ketua RT 012 / 006 Hery Widodo        
Ketua RT 013 / 006 Ramlani        
Ketua RT 014 / 006 Suhendi        
Ketua RT 015 / 006 Musimin        
RW 007        
Ketua RW 007   Amwadih        
Ketua RT 001 / 007 Mattonih        
Ketua RT 002 / 007 Salyono        
Ketua RT 003 / 007 Satiri Mugeni        
Ketua RT 004 / 007 Munadih        
Ketua RT 005 / 007 Budi Wahyudi        
Ketua RT 006 / 007 Siti Juwariyah